Diskominfo SP Gelar FGD Gerakan Menuju 100 Smart City

Senin (17/9/2018) Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar acara Focus Discussion (FGD) Group Gerakan Menuju 100 Smart City yang berlangsung selama dua hari. Pertemuan kali ini merupakan rangkaian tindak lanjut pada Rapat Kerja Teknis yang diadakan pada bulan Agustus Lalu di Solo Technopark.

FGD diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surakarta dengan menggandeng masyarakat Surakarta yang diwakili oleh komunitas-komunitas di Solo seperti Komunitas Anti Hoax, Komunitas Relawan TIK Surakarta, Rumah Blogger Indonesia, Himpunan Pramuwisata Indonesia, kelompok kreatif dan masih banyak lagi hingga akademisi-akademisi yang ada di Kota Surakarta. FGD kali ini membahas mengenai penyelarasan Draft Masterplan Smart City dan Implementasi Program Quick Win. Program Quick Win adalah berbagai macam solusi yang dibentuk oleh tim Smart City untuk menyelesaikan persoalan dan menjawab tantangan di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan ini dipaparkan implementasi Quick Win dari Dinas Perdagangan dan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta.

Kepala Dinas Perdagangan, Subagiyo menyampaikan inovasi Tape Pasar atau Teknologi Aplikasi E-Retribusi Pasar yang diterapkan di seluruh pasar tradisional. Aplikasi ini sangat membantu para pedagang untuk pembayaran retribusi karena pembayaran bisa dilakukan secara non tunai atau melalui Bank Jateng. Keuntungan lainnya yaitu efisiensi waktu dan tenaga bagi petugas yang keliling menariki retribusi satu per satu ke pedagang serta membangun rasa kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat untuk menghindari suatu penyimpangan. Selain itu ada program Rerajut Ati yang merupakan singkatan dari  resik, ramah, jujur, tertib, aman, simpati dengan memiliki makna untuk menumbuhkan kesadaran para pedagang guna mewujudkan dan merawat suasana lingkungan pasar yang senantiasa bersih. Program-program tersebut telah diimplementasikan hingga sekarang ini.

Kemudian program Quick Win selanjutnya datang dari BPPKAD. Pada kesempatan ini Kepala BPPKAD, Herman menyampaikan inovasi Si Bapak On atau Sistem Informasi Bayar Pajak Online yakni pembayaran pajak bumi dan bangunan yang bisa dilakukan di manapun dan kapanpun sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga. Adapun pembayaran pajak dapat dilakukan secara non tunai bekerjasama dengan Bank Jateng, Bank BNI dan Bank Mandiri.

Untuk menuju kota cerdas, berbagai macam persoalan dan tantangan yang dihadapi harus bisa terselesaikan dengan inovasi-inovasi yang positif di mana inovasi tersebut tidak harus berbasis teknologi informasi seperti program Rerajut Ati. Tidak mudah untuk mewujudkan Solo sebagai Smart City, kerjasama antra pemerintah, akademisi, komunitas-komunitas hingga masyarakat harus berkesinambungan untuk meminimalisir hambatan yang ada guna mewujudkan tujuan seperti yang telah direncanakan.

Sumber: http://surakarta[at]go[at]id/?p=11419