Semarak Singo Barong, Bentuk Proteksi Pemkot Surakarta Terhadap Kesenian Indonesia

Guna memanfaatkan momentum bulan Sura sebagai bulan pariwisata dan budaya, Pemerintah Kota Surakarta menyelenggarakan Festival Semarak Singo Barong Nasional VII 2019 dengan tema Babad Alas Loboyo, Sabtu-Minggu (14-15/9/2019) di Benteng Vastenburg Surakarta. Acara ini secara langsung dibuka oleh Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo.

Dalam sambutannya, Pak Wali menyampaikan bahwa jangan sampai budaya kita diklaim oleh negara lain. Oleh karena itu, menurutnya pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melestarikan budaya. Salah satunya dengan memeriahkan acara seperti ini.

“Kesenian ini harus terus kita jaga, kita lestarikan, supaya tidak diklaim oleh negara lain. Harapannya, setiap kelurahan akan dapat menampilkan dan menjadi parade reog di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim menyatakan bahwa salah satu tujuan diadakannya festival ini adalah untuk mendorong kreativitas seniman dalam mengembangkan budaya seni reog, yang lebih responsif, kreatif dan inovatif.

“Pastinya kita ingin seni reog ini sebagai potensi pariwisata dan budaya unggulan yang dikemas secara kreatif dan modern,” katanya.

Sementara itu, Eko Sadono selaku ketua panitia berharap bahwa event budaya ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda wisata Kota Surakarta.

“Karena selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga sebagai penguat tali silaturahmi bagi para pembarong se-Indonesia di kota Solo,” ujarnya.

Festival kali ini diikuti oleh 30 kelompok seniman reog yang berasal dari Solo, Wonogiri, Sukoharjo, Ponorogo, Ngawi, Karanganyar, Pacitan, dan Jakarta. Selain peserta festival, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Reog Bocah sebagai pembuka acara.