Tingkatkan Pemahaman OPD, Diskominfo SP Gelar Rakor Forum Satu Data

Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Satu Data Kota Surakarta Semester II di Megaland Hotel, Selasa (8/10/2019). Selain untuk mengetahui tahapan dan prosedur kegiatan statistik untuk memperoleh data yang aktual dan valid, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan tanggung jawab perangkat daerah atas data yang dimiliki, serta implementasi Perpres No. 39/2019 tentang Satu Data Indonesia yang mengatur tentang koordinator Forum Data adalah Bapppeda dan fungsi Diskominfo SP adalah sebagai Wali Data.

Peserta yang diundang dalam kegiatan ini berjumlah 60 orang, tediri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta. Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto, S.Si dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta Dr. Suryanto, S.E., M. Si.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo SP Kota Surakarta Kentis Ratnawati, S.H., M.M. menyatakan bahwa pada tahun 2020 koordinator pengelolaan Satu Data ada di Bapppeda. Penyajian data dihimpun di Diskominfo SP, sementara penyusun keputusan forum data menjadi kewenangan Bapppeda. Oleh karena itu, Kepala Diskominfo SP mengharapkan dukungan data yang valid dan akurat dari anggota forum data.

Kepala BPS Kota Surakarta, Totok Tavirijanto, S.Si selaku pemateri pertama menyampaikan bahwa berdasarkan UU Nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik terdapat 3 jenis statistik; statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus. Statistik dasar dikumpulkan oleh BPS, statistik sektoral dikumpulkan oleh OPD, dan statistik khusus dikumpulkan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya.

Totok menambahkan dengan mengetahui ketiga jenis statsitik ini maka akan dapat dirumuskan rambu-rambu Satu Data Kota Surakarta. Untuk menuju Satu Data, diperlukan pembagian yang jelas antara statistik dasar, sektoral, dan khusus. Disamping itu, perlu juga dilakukan pembakuan metodologi dan pengaturan mekanisme pertukaran data.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Suryanto, S.E., M.Si lebih memperhatikan ketersediaan data dan statistik yang andal sebagai salah satu kunci keberhasilan perencanaan. Menurutnya, data dan statistik yang berkualitas merupakan rujukan bagi upaya perumusan kebijakan dalam perencanaan, pemantauan dan evaluasi sehingga tujuan pembangunan dapat dicapai dengan efektif.