Angkat Potensi Kelurahan Joglo, Diskominfo SP Selenggarakan Pentas Kethoprak

Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta menyelenggarakan Pentas Kethoprak FK Metra berjudul Kembang Cempaka Mulya di Kantor Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Jumat (11/10/2019). Pentas ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan dan mengembangkan wilayah baru.

Kepala Diskominfo SP dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Diskominfo SP Drs. AG. Agung Hendratno, M.Si menyatakan bahwa media tradisonal menjadi salah satu saluran komunikasi yang digunakan pemerintah kota untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain untuk menyebarluaskan informasi, media tradisional juga bisa dijadikan sarana untuk melestarikan Budaya Jawa sekaligus untuk saling berinteraksi antara masyarakat dengan pemerintahnya.

Lurah Joglo Hariyo Seno, S.H., M.H. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Diskominfo SP atas diselenggarakannya acara ini. Pak Lurah berharap pentas ini dapat mengangkat potensi dan membawa manfaat bagi warga kelurahan yang diresmikan oleh Walikota Surakarta pada tanggal 2 Desember 2018 itu.

Kelurahan Joglo merupakan kelurahan pemekaran dari Kelurahan Kadipiro berdasarkan Perda No. 14 tahun 2017 Tentang Pemekaran Kelurahan. Secara administratif, Kelurahan Joglo mempunyai luas 54 ha yang terbagi dalam 12 RW dan 60 RT. Kelurahan ini tercatat memiliki 4.088 KK dengan penduduk berjumlah 12.431 jiwa, 6.266 penduduk berjenis kelamin perempuan dan 6.165 orang laki-laki.

Kelurahan Joglo memiliki potensi yang besar terutama di bidang kesenian dan kuliner. Tercatat beberapa pelaku seni terdapat di kelurahan ini, terutama kesenian perkusi, reog, tari tradisional Jawa, musik bambu, musik akustik, organ tunggal dan gamelan.

Di bidang kuliner, kelurahan ini mempunyai tempat kuliner spesial berupa wedangan, sate, tengkleng, catering, soto, timlo, bakso, mie ayam dan kuliner khas lainnya.

 

Petualangan Legowo Mencari Kembang Cempaka Mulya

 

Cerita bermula saat Padepokan Tegal Arum baru berpindah tempat dan membuat joglo baru sebagai tempat pendidikannya. Sang guru menggelar pendadaran terhadap 3 siswanya, Suprono, Sungkono, dan Legowo untuk mencari Kembang Cempaka Mulya di lereng Gunung Lawu sebagai sarana penyebaran informasi keberadaan padepokan tersebut.

Ketiga murid kemudian berangkat mencari bunga yang dimaksudkan sang guru. Singkat cerita, ketiga murid mampu membawa pulang Kembang Cempaka Mulya. Murid termuda yaitu Legowo tidak hanya membawa bunga cempaka, bahkan ia berhasil membawa serta bibitnya. Dengan membawa serta bibit Kembang Cempaka Mulya, dia dianggap berhasil dalam misi pencarian Kembang Cempaka Mulya itu.

Dalam proses pencariannya, Legowo dapat menyatu dengan masyarakat. Ia mampu membangkitkan semangat gotong royong masyarakat desa. Legowo juga mampu menghidupkan kelompok-kelompok sosial masyarakat sehingga masyarakat desa menjadi lebih cerdas dan sehat. Pengalaman itu yang nantinya jadi modal Legowo untuk ditularkan dan diimplementasikan di Padepokan Joglo.

Pada kesempatan ini pula, Diskominfo SP mengajak serta admin media sosial se-Surakarta menyaksikan pertunjukkan ini untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat melalui akun yang mereka kelola.