Ojo Mudik, Lagu Terakhir Didi Kempot Untuk Sosialisasi Lawan Covid-19

Lagu Ojo Mudik ternyata menjadi karya terakhir Didi Kempot. Lagu ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan virus corona. Caranya dengan tetap di rumah, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, tidak berkumpul, dan memakai masker.

Lagu ini dimaksudkan untuk sosialisasi kepada masyarakat. Videoklip lagu ini pun juga menampilkan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Dandim 0735/Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji dan Kapolresta Solo, Kombes Andy Rifai.

Lagu ini juga digunakan sebagai materi sosialisasi Diskominfo SP lewat mobil siaran keliling. Siaran keliling sudah dimulai sejak tanggal 28 April 2020 dan akan terus dilaksanakan hingga akhir Mei 2020.

Seperti diberitakan, pria yang bernama asli Dionisius Prasetyo ini menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, (5/5/2020) di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta pada pukul 07.30 WIB. Pria kelahiran Surakarta ini meninggal dunia di usia 53 tahun.

 

 

The “Ojo Mudik” song turned out to be Didi Kempot’s last work. This song invites people to get together against the corona virus. The song invites people to stay at home, keep the distance, wash hands with soap regularly, do not gather, and wear a mask.

This song is intended for socialization to the public. The video clip also featured Surakarta Mayor FX Hadi Rudyatmo, Dandim 0735 / Surakarta Lieutenant Colonel (Inf) Wiyata Sempana Aji and Surakarta Police Chief, Senior Commissioner Andy Rifai.

This song is also used as a socialization material for Diskominfo SP through mobile broadcasting car. The broadcast has started since April 28th, 2020 and will continue until the end of May 2020.

As reported, the man whose real name is Dionisius Prasetyo passed away on Tuesday (5/5/2020) at Kasih Ibu Hospital Surakarta at 7.30 a.m. at the age of 53 years.

 

(foto: @humaspemkotsurakarta)