Reward And Punishment Sebagai Implementasi Reformasi Birokrasi Diskominfo SP

Untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi terutama dalam hal manajemen perubahan, Diskominfo SP mengambil kebijakan untuk memberikan penghargaan dan hukuman (reward and punishment) bagi ASN di lingkungan kerjanya.

ASN yang disiplin akan diberikan piagam penghargaan sementara ASN yang kurang disiplin akan diberikan hukuman berupa menyanyikan lagu kebangsaan atau membaca puisi pada saat pelaksanaan apel siang.

Kedisiplinan dilihat dari tingkat kehadiran ASN terutama pada saat pelaksanaan apel pagi. Apabila terlambat, maka yang bersangkutan akan mendapatkan hukuman. Sebaliknya, bagi ASN yang rajin dan tidak pernah terlambat akan diberi penghargaan. Kebijakan ini mulai dilaksanakan pada hari Kamis (9/7/2020).

Esok harinya, Jumat (10/7/2020), terdapat 5 ASN yang terlambat. Hasilnya, pada saat apel siang kelima ASN tersebut diminta untuk melakukan kewajiban yang telah ditetapkan. Dari 5 orang tersebut, 4 ASN memilih untuk menyanyi lagu kebangsaan sementara 1 ASN membaca puisi.

Selain memberlakukan reward and punishment, Diskominfo SP juga melakukan pencanangan zona integritas mewujudkan wilayah bebas korupsi (WBK).

Kangge nyengkuyung reformasi birokrasi utaminipun ing babagan manajemen perubahan, Diskominfo SP ndamel kawicaksanan kangge paring bebono lan ukuman tumrap ASN ing lingkungan panyambutdamelipun.

ASN ingkang disiplin badhe kaparingan piagam, dene ingkang kirang disiplin kaparingan ukuman arupi nembang lagu kebangsaan utawi maos geguritan ing wekdal apel siang.

Kedisiplinan dipun tingali saking tingkat kehadiran ASN utaminipun nalika kawontenaken apel enjing. Menawi telat, ASN meniko kapatrapan ukuman. Kosok wangsul, tumrap ASN ingkang sregep bade kaparingan bebono. Kawicaksanan meniko kawiwitan ing dinten Kemis (9/6/2020).

Dinten candakipun, Jemuah (10/7/2020) wonten 5 ASN ingkang telat. Tundonipun, ing wekdal apel siang 5 ASN menika kapatrapan ukuman ingkang sampun dipun tetepaken. Saking 5 ASN menika, 4 milih nembang lagu kebangsaan, dene 1 milih maos geguritan.

Saksanesipun paring reward lan punishment, Diskominfo SP ugi netepaken zona integritas mujudaken wilayah bebas korupsi.

To support the implementation of bureaucratic reform, especially in terms of change management, Diskominfo SP adopted a policy to provide reward and punishment for ASN (state civil apparatus) in its work environment.

ASN who are disciplined will be given a plaque of awards while ASN who lack discipline will be given a penalty in the form of singing the national songs or reading poetry during the afternoon muster.

Discipline can be seen from the level of ASN attendance, especially during the morning muster. If a person is late, then the person will get a penalty. Otherwise, ASN who are never late will be given an award. This policy began to be implemented on Thursday (07/09/2020).

The next day, Friday (07/10/2020), there were 5 ASNs who were late. As a result, at the afternoon muster, those ASN was asked to perform the obligations that have already been set. There are 4 ASN chose to sing the national anthem while 1 ASN read poetry.

In addition to enforcing rewards and punishments, Diskominfo SP also launched an integrity zone to create a territory free of corruption (WBK).