DISKOMINFO SP NGOBAR KONATA : “BUDAYA BACA DI MASA PANDEMI COVID-19”

Diskominfo SP Kota Surakarta melalui Radio Konata kembali mengadakan Ngobrol Bareng Konata (Ngobar Konata) pada Jumat (13/11/20) pukul 13:00-14:00 WIB. Kali ini Ngobar mengangkat tema “Budaya Baca di Masa Pandemi COVID-19” yang dipandu oleh Kak Wiby dengan narasumber Ibu Dra. Sis Ismiyati, MM selaku Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kota Surakarta.

Ibu Sis mengungkapkan bahwa minat baca terus mengalami tren penurunan terutama pada masa pandemi COVID-19, untuk mengatasi hal itu Arpusda Kota Surakarta tetap membuka akses Perpustakaan serta mengoperasikan mobil Perpustakaan Keliling dengan protokol kesehatan yang ketat. Arpusda juga tetap membuka fasilitas bioskop 6D yang bisa ditonton oleh masyarakat umum melalui reservasi secara kelompok namun jumlahnya dibatasi 18 orang.

Dalam menyikapi penurunan minat baca, narasumber membagikan tips yaitu dengan memaksa anak untuk membaca, sehingga anak akan merasa terpaksa untuk membaca, maka akhirnya akan terbiasa dan dari terbiasa akan muncul menjadi budaya. Pemaksaan ini perlu dilakukan mengingat pentingnya budaya membaca untuk kemajuan Pendidikan, karena membaca adalah jendela dunia.

Diskominfo SP Kota Surakarta through Radio Konata again held Ngobrol Bareng Konata (Ngobar Konata) on Friday (13/11/20) at 13: 00-14: 00 WIB. This time, Ngobar raised the theme “Minat Baca di Masa Pandemi COVID-19” which was hosted by Mr. Wiby with the resource person, Mrs. Dra. Sis Ismiyati, MM as the Head of Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) of Kota Surakarta.

Ms. Sis revealed that reading interest continues to experience a downward trend, especially during the COVID-19 pandemic, to overcome this, Arpusda Kota Surakarta continues to open library access and operates mobil Perpustakaan Keliling with strict health protocols. Arpusda also continues to open a 6D cinema facility that can be watched by the general public through group reservations, but the number is limited to 18 people.

In response to the decline in reading interest, the resource person shared tips, by forcing children to read, so that the child will feel forced to read, then eventually they will get used to it and from being used it will emerge into a culture. This forcing needs to be done considering the importance of a reading culture for the advancement of education, because reading is a window to the world.

Diskominfo SP Kota Surakarta mawi sarana Radio Konata ngawontenakan malih Ngobrol Bareng Konata (Ngobar Konata) ing dinten Jemuah (13/11/20) tabuh 13:00-14:00 WIB. Ing kalodangan punika Ngobar mendet bab “Budaya Baca di Masa Pandemi COVID-19” ingkang kapandu dening Kak Wiby kanti narasumber Ibu Dra. Sis Ismiyati, MM pinangka Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kota Surakarta.

Ibu Sis paring pangandika bilih pepenginan maos samsaya anjlog utaminipun ing mangsa pandemi COVID-19, saenggo kangge ngawekani bab menika Arpusda Kota Surakarta tetep mbikak akses maos. Perpustakaan tetep bikak sarta nglampahaken mobil Perpustakaan Keliling kanti tetep ngetrapaken protokol kesehatan. Arpusda ugi tetep mbikak bioskop 6D ingkang saget dipun pirsani dening masyarakat umum kanti sakderengipun reservasi sacara kelompok ananging gunggungipun dipun watesi 18 tiyang.

Ing bab ngadepi mandapipun pengenginan maos, narasumber atur tips inggih menika kanti meksa anak tetep maos, saengga anak nggadahi raos kapeksa tetep maos, saengga bade biasa lan tundonipun dados budaya utawi pakulinan. Meksa menika kedah dipun tindakaken ngemuti bilih maos menika baken sanget kangge kemajengan pendidikan, amargi maos menika kados dene cendela jagad.