Ikuti Pertemuan Tentang Narasi Intoleransi, Diskominfo SP Sampaikan Program Literasi Bijak Bermedia Sosial

Diskominfo SP mengikuti pertemuan untuk diseminasi hasil riset tentang Countering Violent Extremism by Disseminating Religious Tolerance oleh Wahid Foundation dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial Politik (LPPSP) Universitas Indonesia secara daring, Kamis (25/3/2021).

Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperkuat resistensi pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil terhadap narasi intoleransi dan kekerasan ekstremisme.

Wahid Foundation dan LPPSP UI telah melakukan penelitian dengan tema tersebut di 3 Area di Jawa Tengah yaitu Karanganyar, Sukoharjo, dan Klaten serta 1 area di Jawa Barat yaitu Depok.

“Hasil penelitian ini akan dikembangkan menjadi model pengembangan narasi toleran secara daring maupun luring untuk menghalau narasi intoleran dan kekerasan ekstremisme,” ujar Mujtaba Hamdi, Direktur Eksekutif Wahid Foundation.

Pada kesempatan ini, Diskominfo SP menyampaikan tentang program Literasi Menggunakan Media Sosial Secara Bijak yang dilaksanakan sejak 2019 dengan target sasaran PKK, Karang Taruna, Linmas, Forum Anak serta siswa-siswi SMP di Surakarta.

Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara baik dan mendatangkan manfaat bagi penggunanya.

Diskominfo SP ndherek parepatan kangge diseminasi hasil riset bab Nglawan Kekerasan Ekstremisme Kanthi Nyebaraken Toleransi Beragama dening Wahid Foundation lan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial Politik (LPPSP) Universitas Indonesia sacoro daring, dinten Kemis (25/3/2021).

Parepatan nggadahi maksud kangge ngiyataken resistensi pemerintah daerah lan organisasi masyarakat sipil tumrap narasi intoleransi dan kekerasan ekstremisme.

Wahid Foundation lan LPPSP UI sampun nindakaken penelitian kanthi tema kasebat ing Jawa Tengah antawisipun Karanganyar, Sukoharjo, lan Klaten ugi ing Jawa Barat inggih meniko ing Depok.

“Asilipu penelitian meniko badhe dipunkembangaken dados model pengembangan narasi toleran kanthi daring ugi luring kangge nglawan narasi intoleran lan kekerasan ekstremisme,” ngendikanipun Mujtaba Hamdi, Direktur Eksekutif Wahid Foundation.

Ing kalodhangan meniko, Diskominfo SP ngaturi pirsa babagan program Literasi Menggunakan Media Sosial Secara Bijak ingkang sampun katindakaken wiwit taun 2019 kanthi target sasaran PKK, Karang Taruna, Linmas, Forum Anak ugi siswa-siswi SMP ing Surakarta.

Kegiatan meniko ngajak wargo masyarakat kangge ngginakaken media sosial kanthi sae lan sageta maringi manfaat kangge pangagemipun.

Diskominfo SP participated in an online meeting to disseminate research results on Countering Violent Extremism by Disseminating Religious Tolerance by the Wahid Foundation and the Institute for Social and Political Research and Development (LPPSP) of the University of Indonesia, Thursday (25/3/2021).

This meeting aimed at strenghtening resistance of local governments and civil society organizations against narratives of intolerance and extremism.

Wahid Foundation and LPPSP UI have conducted research on this theme in 3 areas in Central Java, namely Karanganyar, Sukoharjo, and Klaten and 1 area in West Java, namely Depok.

“The results of this research will be developed into online and offline compelling narrative development model to dispel narratives of intolerance and violent extremism,” said Mujtaba Hamdi, Executive Director of the Wahid Foundation.

On this occasion, Diskominfo SP conveyed about the Literacy program Using Social Media Wisely, which has been implemented since 2019 with the target of PKK, Youth Organization, Linmas, Children’s Forum and junior high school students in Surakarta.

This activity invites people to use social media well and brings benefits to its users.

***