Keamanan Dan Risiko Siber

Diskominfo SP bekerjasama dengan Gradasi kembali melaksanakan Literasi Penggunaan Media Sosial Secara Bijak, Rabu (23/6/2021) di Kecamatan Laweyan.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari Forum Anak dan Karang Taruna di Kecamatan Laweyan yang kali ini mengangkat tema Keamanan Dan Resiko Siber.

Memet Toto narasumber dari Gradasi menyatakan bahwa keamanan siber adalah keamanan informasi yang terkait gawai dan jaringan di dalamnya.

Sementara itu, risiko siber adalah risiko kerugian bisnis yang terkait dengan sistem teknologi. Risiko ini dapat berupa kerugian keuangan, gangguan operasional, masalah hukum dan tanggung jawab, atau rusaknya reputasi usaha.

Pada masa pandemi Covid-19, semakin banyak orang yang bekerja dari rumah sehingga semakin banyak pula orang yang terhubung dengan jaringan dan risiko siber pun meningkat.

Penjahat siber memanfaatkan situasi ini untuk menarget korbannya. Misalnya dengan melakukan penipuan terkait bantuan Covid-19 untuk masyarakat atau UMKM.

Beberapa penipuan lain terkait Covid-19 adalah surat elektronik phising (upaya penipuan untuk mendapatkan informasi atau data sensitif seperti nama lengkap, password dan informasi kartu kredit/debit, dsb) yang mengaku berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dinas atau Kementrian Kesehatan dan lainnya.

Oleh karena itu, narasumber juga menyampaikan beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut. Pertama, kita harus memasang antivirus dan pemblokir iklan untuk komputer dan perangkat lain.

Selanjutnya, kita juga harus memastikan perangkat dan akun diperbarui secara periodik. Pastikan domain email atau situs yang anda tuju sudah benar, misalnya google.com, bukan goggie.com.

Terakhir, kita juga harus rutin mengikuti informasi terbaru terkait keamanan siber atau mengikuti pelatihan keamanan siber jika memungkinkan.

Diskominfo SP kaliyan Gradasi ngawontenaken malih Literasi Penggunaan Media Sosial Secara Bijak, dinten Rebo (23/6/2021) mapan ing Kecamatan Laweyan.

Kegiatan meniko dipuntumuti dening 50 peserta saking Forum Anak lan Karang Taruna ing Kecamatan Laweyan kanthi irah-irahan Keamanan Dan Resiko Siber.

Memet Toto narasumber saking Gradasi njlentrehaken bilih keamanan siber inggih meniko keamanan informasi kerkait gawai lan jaringan ing saklebetipun.

Sakwentawis meniko, risiko siber inggih meniko risiko kerugian bisnis kekait sistem teknologi. Risiko meniko saged arupi kerugian keuangan, gangguan operasional, masalah hukum lan tanggel jawab, utawi risakipun reputasi usaha.

Ing moso pandemi Covid-19, soyo kathah tiyang ingkang nyambut damel saking griyo mila soyo kathah ugi tiyang ingkang ngangge jaringan internet lan risiko siberipun ugi minggah.

Penjahat siber manfaataken situasi meniko kangge nemtukaken korbanipun. Upaminipun nindakaken penipuan kekait bantuan Covid-19 kangge masyarakat utawi UMKM.

Penipuan sanesipun kekait Covid-19 inggih meniko surat elektronik phising (upaya penipuan kangge pikantuk informasi utawi data sensitif arupi asmo lengkap, password lan informasi kartu kredit/debit, lan sanesipun) ingkang ngaken saking Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dinas utawi Kementrian Kesehatan lan sanesipun.

Pramila, narasumber ugi ngaturaken cara-cara kangge nginggili bab meniko. Ingkang sepisan, kito kedah masang antivirus lan pemblokir iklan kangge komputer ugi perangkat sanesipun.

Saklajengipun, kito ugi kedah mesthekaken perangkat lan akun dipungantos sacoro periodik. Kito kedah mesthekaken domain email utawi situs ingkang kito bikak sampun leres, upaminipun google.com, sanes goggie.com.

Ingkang pungkasan, kita ugi kedah rutin madosi informasi paling enggal kekait keamanan siber utawi tumut pelatihan keamanan siber bilih mungkinaken.

Diskominfo SP in collaboration with Gradasi carriy out again Literacy on the Wise Use of Social Media on Wednesday (23/6/2021) in Laweyan District.

This activity is attended by 50 participants from the Children’s Forum and Youth Organizations in Laweyan District with the theme of Cyber ​​Security and Risk.

Memet Toto, a resource person from Gradasi, stated that cyber security is the security of information related to devices and networks inside them.

Meanwhile, cyber risk is the risk of business losses associated with technology systems. This risk can be in the form of financial losses, operational disruptions, legal and liability problems, or damage to business reputation.

During the Covid-19 pandemic, more and more people are working from home so that more and more people are connected to the network. This means cyber risks are increasing.

Cybercriminals take advantage of this situation to target their victims. For example, by committing fraud related to Covid-19 assistance for the community or MSMEs.

Several other frauds related to Covid-19 are phishing e-mails (a fraudulent attempt to obtain sensitive information or data such as full names, passwords and credit/debit card information, etc.) claiming to be from the World Health Organization (WHO), the Department or the Ministry of Health and others.

Therefore, the resource persons also conveyed several ways to overcome this. First, we have to install an antivirus and ads blocker for computers and other devices.

Furthermore, we must also ensure that our devices and accounts are updated periodically. Make sure the email domain or site you are going to is correct, for example google.com, not goggie.com.

Finally, we should also regularly follow the latest information related to cybersecurity or take cybersecurity training if possible.

***