29-04-2026
WIB
Vinta
28-04-2026
15:13:15 WIBDinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta menggelar kegiatan Reviu dan Uji Konsekuensi Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) di Bale Tawang Arum, Kompleks Balaikota Surakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono selaku Atasan PPID, serta Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah Indra Ashoka Mahendrayana sebagai narasumber utama. Sebanyak 123 orang PPID Pelaksana dari seluruh Perangkat Daerah turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Budi Murtono menekankan pentingnya keseimbangan antara prinsip keterbukaan informasi publik dan perlindungan terhadap informasi yang bersifat rahasia atau strategis. Ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kota Surakarta yang pada tahun 2025 berhasil meraih Predikat Informatif dengan nilai 96,55 dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik.
“Keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan upaya membangun kepercayaan masyarakat. Penetapan Daftar Informasi Dikecualikan harus dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, dan tidak berlebihan,” tegas Budi Murtono.
Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah Indra Ashoka Mahendrayana menyampaikan materi mengenai pentingnya penyusunan dan pemutakhiran Daftar Informasi Publik serta Daftar Informasi Dikecualikan sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021.
Dalam sesi reviu, para peserta membahas secara mendalam Lembar Pengujian Konsekuensi yang mencakup berbagai jenis informasi, antara lain:
Peserta juga membahas dasar hukum pengecualian, konsekuensi jika informasi dibuka atau ditutup, serta penentuan jangka waktu pembukaan informasi tersebut.
Kepala Diskominfo SP Kota Surakarta selaku PPID menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap informasi yang dikecualikan telah melalui uji konsekuensi secara benar, sehingga dapat meminimalisir potensi sengketa informasi publik di masa mendatang.
“Diharapkan melalui reviu ini, kita dapat menghasilkan Daftar Informasi Dikecualikan yang akurat, teruji, dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mewujudkan tata kelola informasi publik yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
The Department of Communication, Informatics, Statistics, and Encryption (Diskominfo SP) of Surakarta held a review and consequence test of the Exempted Information List (DIK) at Bale Tawang Arum, Surakarta City Hall Complex.
The activity, organized by Diskominfo SP as the Information and Documentation Management Officer (PPID), was attended by the Regional Secretary of Surakarta, Budi Murtono, as the PPID supervisor, and the Head of the Central Java Information Commission, Indra Ashoka Mahendrayana, as the main speaker. A total of 123 PPID officers from all regional apparatus organizations participated in the event.
In his remarks, Budi Murtono emphasized the importance of balancing the principles of public information transparency with the protection of confidential and strategic information. He also expressed appreciation for Surakarta’s achievement in 2025, earning an “Informative” rating with a score of 96.55 in the Public Information Disclosure assessment.
“Public information transparency is not merely an administrative obligation, but an effort to build public trust. The determination of exempted information must be objective, measurable, accountable, and not excessive,” he stated.
Meanwhile, Indra Ashoka Mahendrayana delivered material on the importance of compiling and updating the Public Information List and the Exempted Information List in accordance with Law Number 14 of 2008 on Public Information Disclosure and Information Commission Regulation Number 1 of 2021.
During the review session, participants discussed in depth the Consequence Test Sheets covering various types of information, including:
Participants also examined the legal basis for information exemption, the consequences of disclosure or non-disclosure, and the determination of the time period for information release.
The Head of Diskominfo SP of Surakarta, as PPID, stated that the activity aims to ensure that all exempted information has undergone a proper consequence test, thereby minimizing potential public information disputes in the future.
“It is expected that through this review, we can produce an accurate, tested, and regulation-compliant Exempted Information List,” he said.
This activity reflects the commitment of the Surakarta City Government to establishing transparent, accountable, and sustainable public information governance.
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik lan Persandian (Diskominfo SP) Kutha Surakarta nglaksanani kegiatan reviu lan uji konsekuensi Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) ing Bale Tawang Arum, Komplek Balaikota Surakarta.
Kegiatan iki dianakake dening Diskominfo SP minangka Pejabat Pengelola Informasi lan Dokumentasi (PPID), lan dirawuhi Sekretaris Daerah Kutha Surakarta Budi Murtono minangka atasan PPID, uga Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah Indra Ashoka Mahendrayana minangka narasumber utama. Ana 123 PPID Pelaksana saka kabeh Perangkat Daerah sing melu kegiatan iki.
Ing sambutane, Budi Murtono negesake pentinge njaga keseimbangan antarane keterbukaan informasi publik lan perlindungan informasi sing sifaté rahasia utawa strategis. Dheweke uga menehi apresiasi marang prestasi Kutha Surakarta ing taun 2025 sing kasil entuk predikat Informatif kanthi nilai 96,55 ing penilaian Keterbukaan Informasi Publik.
“Keterbukaan informasi publik ora mung kewajiban administratif, nanging uga upaya kanggo mbangun kapercayan masyarakat. Penetapan Daftar Informasi Dikecualikan kudu dilakoni kanthi objektif, terukur, akuntabel, lan ora berlebihan,” ujare.
Saliyane kuwi, Indra Ashoka Mahendrayana nyampèkaké materi ngenani pentinge nyusun lan nganyari Daftar Informasi Publik lan Daftar Informasi Dikecualikan miturut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 babagan Keterbukaan Informasi Publik lan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021.
Ing sesi reviu, para peserta mbahas kanthi jero Lembar Pengujian Konsekuensi sing nyakup macem-macem jinis informasi, antarané:
Para peserta uga mbahas dhasar hukum pengecualian, konsekuensi yen informasi dibuka utawa ditutup, lan penentuan jangka wektu pambukaan informasi kasebut.
Kepala Diskominfo SP Kutha Surakarta minangka PPID nyatakake manawa kegiatan iki nduweni tujuan kanggo mesthekake saben informasi sing dikecualikan wis liwat uji konsekuensi kanthi bener, supaya bisa nyuda potensi sengketa informasi publik ing tembe mburi.
“Muga-muga liwat reviu iki, kita bisa ngasilake Daftar Informasi Dikecualikan sing akurat, teruji, lan sesuai karo peraturan perundang-undangan,” ujare.
Kegiatan iki dadi bagean saka komitmen Pemerintah Kutha Surakarta kanggo mujudake tata kelola informasi publik sing transparan, akuntabel, lan berkelanjutan.