28-10-2026
WIB
Ardymulya Iswardani
22-10-2026
15:00:33 WIB
SURAKARTA – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin SoloData pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman admin perangkat daerah dalam mengelola dataset melalui aplikasi SoloData serta mendukung pengelolaan data geospasial melalui Geoportal Kota Surakarta.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Diskominfo SP Kota Surakarta, Lusia Sari Murniati, S.Kom., M.Eng., dan dihadiri Sekretaris Diskominfo SP, kepala bidang terkait, serta 43 admin SoloData yang bertugas mengelola dataset di masing-masing perangkat daerah dan bagian Sekretariat Daerah. Kegiatan juga diikuti staf bidang statistik, teknologi informasi, serta komunikasi dan informatika.
Dalam bimtek tersebut, Nirwan Fauzi Hidayat dari PT Verna Marta Arsitektura menyampaikan materi praktik penginputan dataset pada aplikasi SoloData berdasarkan kontrak data dan hasil pengembangan aplikasi. Pengembangan SoloData mencakup sejumlah fitur, antara lain Data Capaian Indikator, Dataset, Master Dataset, Kegiatan Statistik, Usulan Data Sektoral, Permohonan Data, Publikasi, Rekap, dan Monitoring.
Materi menekankan pentingnya pengelolaan dataset sesuai struktur dan metadata yang telah ditentukan. Melalui fitur Master Dataset, admin dapat mengatur identitas dataset, struktur elemen, tipe data, cakupan, metadata, serta frekuensi pemutakhiran. Pengisian data dapat dilakukan secara langsung, melalui impor Excel, API, maupun GeoJSON.
SoloData juga menyediakan fitur untuk mendukung pengelolaan data capaian indikator, kegiatan statistik, permohonan data antarperangkat daerah, publikasi, serta rekapitulasi data yang berkaitan dengan RPJMD, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Outcome dan Output, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), indikator gender, serta E-Walidata. Fitur monitoring digunakan untuk memantau kelengkapan pengisian dan perkembangan pengelolaan data.
Selain pengelolaan dataset, peserta memperoleh materi praktik penginputan data geospasial pada Geoportal Kota Surakarta yang disampaikan oleh Yuki Riswandha dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa data geospasial memuat informasi mengenai lokasi geografis, dimensi, dan karakteristik objek di permukaan bumi. Informasi geospasial dapat dimanfaatkan untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis lokasi, mencegah tumpang tindih program dan aset antarperangkat daerah, menyelaraskan penggunaan peta dan batas wilayah, serta mendukung keterbukaan informasi publik.
Contoh data geospasial sektoral yang dapat dikembangkan meliputi sebaran kemiskinan, jaringan jalan, saluran drainase, kawasan rawan bencana, fasilitas kesehatan, rute angkutan, dan titik parkir. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penyiapan data tabular, penggunaan kode referensi, serta penambahan koordinat apabila diperlukan.
Praktik pengunggahan data dilakukan melalui Geoportal Kota Surakarta pada laman https://geoportal.surakarta.go.id/. Format data yang dibahas meliputi SHP, CSV, dan GeoJSON. Sebelum data dimanfaatkan, produsen data perlu memastikan kesesuaian format serta melengkapi metadata geospasial, seperti judul, abstrak atau penjelasan data, tipe data, tanggal pembuatan, wilayah, kualitas data, dan informasi produsen data.
Sebagai tindak lanjut, perangkat daerah diharapkan melakukan pengelolaan dan pemutakhiran dataset sesuai kontrak data, struktur, metadata, dan frekuensi yang ditetapkan pada aplikasi SoloData. Perangkat daerah juga dapat memanfaatkan fitur Usulan Data Sektoral untuk menyampaikan kebutuhan dan rancangan data.
Kelengkapan dan kesesuaian data perlu diperiksa sebelum data disimpan atau diajukan untuk verifikasi. Sementara itu, kendala penggunaan aplikasi SoloData dapat disampaikan melalui grup WhatsApp admin SoloData.
Melalui Bimtek Admin SoloData ini, Diskominfo SP Kota Surakarta mendorong peningkatan kapasitas pengelola data perangkat daerah agar pengelolaan dataset dan informasi geospasial semakin tertib, terstruktur, dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan Satu Data Indonesia.