02-04-2026
WIB
Vinta
14-11-2025
14:22:18 WIB
KOMINPOD episode ke-26 bertema “Kenali Potensi Bahaya Kebakaran di Sekitar Kita” bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta. Episode ini secara khusus membahas bagaimana cara mengidentifikasi berbagai potensi risiko kebakaran di lingkungan sekitar. Narasumber yang dihadirkan adalah Dimas Harso Jiwando Adhi Nugroho, selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang Inspeksi Peralatan Proteksi, Investigasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran.
Kebakaran adalah kondisi munculnya api yang tidak dapat dikendalikan. Tidak setiap api dapat disebut kebakaran, namun semakin besar volumenya, semakin tinggi pula risikonya. Penyebab kebakaran paling sering berasal dari masalah kelistrikan, seperti korsleting atau penggunaan peralatan elektronik yang tidak sesuai standar. “Peralatan dengan daya besar seperti microwave, kulkas, dan rice cooker tidak dianjurkan menggunakan kabel perpanjangan (extension/olor) karena kabel perpanjangan hanya dianjurkan untuk perangkat berdaya kecil. Selain itu, hindari penggunaan colokan model T, karena kapasitas bebannya tidak jelas dan rentan memicu kebakaran,” jelas Dimas.
Dimas menjelaskan bahwa penggunaan peralatan listrik yang standar sangat penting. Hindari penggunaan kabel serabut, serta jangan menyambung extension dengan extension lainnya karena hal tersebut meningkatkan risiko panas berlebih. “Saat mengecas ponsel, hindari menarik kabel ekstensi ke atas kasur, sebab panas dapat merambat dan memicu api,” jelas Dimas.
Banyak kebakaran terjadi karena kelalaian dalam melakukan pengecekan instalasi listrik. Pemeriksaan jangan dilakukan saat sudah terjadi kerusakan. Beberapa hal yang perlu dicek meliputi kabel listrik di plafon, regulator kompor, serta sirkulasi udara di dapur yang sebaiknya tidak berada di ruang tertutup. Hindari meletakkan beban di atas regulator. Jika regulator mengeluarkan bunyi tidak normal, lebih baik segera mengganti seal gas.
Api dapat muncul karena tiga unsur, yaitu panas, oksigen, dan bahan bakar. Ketika ketiga unsur ini bertemu, api akan terbentuk. Untuk memadamkan api, hilangkan salah satu unsurnya. Misalnya, jika terjadi kebakaran kecil pada kompor, dapat dipadamkan dengan mematikan regulator sehingga aliran gas terputus dan api padam dengan sendirinya. Untuk kebakaran akibat listrik, langkah pertama adalah mematikan sumber daya dari kontak PLN. Penyiraman boleh dilakukan setelah listrik benar-benar diputus, namun siramlah bagian atas api, bukan titik api langsung. Untuk kebakaran akibat minyak, jangan pernah menyiram dengan air karena akan menyebabkan percikan semakin besar. Gunakan handuk basah untuk menutup wajan atau padamkan dengan APAR.
Jenis Jenis Apar:
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) memiliki jenis dan kegunaannya masing-masing, yaitu:
APAR harus disimpan dengan tidak menempel langsung ke lantai (minimal 30 cm, maksimal 120 cm dari lantai).
Layanan Damkar Surakarta: Lebih dari Sekedar Pemadam Kebakaran
Damkar Surakarta tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga:
Saat ini Damkar Surakarta memiliki 18 unit serta 4 pos layanan yang tersebar di beberapa wilayah. Damkar secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setiap tahun, baik melalui program jemput bola maupun kunjungan ke instansi. Masyarakat dapat melakukan kunjungan atau meminta edukasi kebakaran dengan mengirimkan surat resmi ke pos Damkar terdekat. Adapun kontak darurat bisa menghubungi wa center Damkar: 0811 2551 113.
Di akhir sesi, Dimas menghimbau seluruh warga, “mari selalu waspada terhadap potensi kebakaran dan cek peralatan secara berkala karena setiap barang ada masanya,” sebagai penutup yang menegaskan pentingnya waspada terhadap potensi kebakaran di sekitar.
KOMINPOD’s 26th episode carries the theme “Recognizing Fire Hazards Around Us” in collaboration with the Surakarta City Fire Department. This episode specifically discusses how to identify various potential fire risks in the surrounding environment. The invited speaker was Dimas Harso Jiwando Adhi Nugroho, Head of Community Empowerment in the Division of Protection Equipment Inspection, Investigation, and Community Empowerment at the Fire Department.
Fire is a condition in which flames appear uncontrollably. Not every flame can be called a fire, but the larger its volume, the higher the risk. The most common causes of fires come from electrical issues such as short circuits or the use of non-standard electronic equipment. “High-powered devices like microwaves, refrigerators, and rice cookers are not recommended to use extension cables because extensions are meant only for low-power equipment. In addition, avoid using T-plug adapters because their load capacity is unclear and prone to triggering fires,” explained Dimas.
Dimas explained that using standard electrical equipment is extremely important. Avoid using fiber-type cables, and never connect one extension cable to another because this increases the risk of overheating. “When charging a cellphone, avoid pulling the extension cable onto the mattress because heat can spread and trigger flames,” Dimas added.
Many fires occur due to negligence in checking electrical installations. Inspections should not be done only after damage has occurred. Several things need to be checked, including ceiling electrical cables, stove regulators, and kitchen ventilation, which should not be in an enclosed space. Avoid placing heavy loads on top of the regulator. If the regulator produces abnormal sounds, it is better to immediately replace the gas seal.
Fire can occur due to three elements: heat, oxygen, and fuel. When these three elements meet, fire will form. To extinguish fire, one of the elements must be removed. For example, if there is a small fire on the stove, it can be extinguished by turning off the regulator so that the gas flow is cut off and the flame goes out by itself. For fires caused by electricity, the first step is to turn off the power source from the PLN outlet. Water may be used after electricity is completely disconnected, but spray the upper part of the flame, not the ignition point directly. For oil fires, never extinguish with water because it will cause bigger splashes. Use a wet towel to cover the pan or extinguish it with a fire extinguisher (APAR).
Types of APAR/Fire Extinguishers:
APAR (Light Fire Extinguisher) has various types and uses, namely:
APAR must be stored without touching the floor (minimum 30 cm, maximum 120 cm from the floor).
Surakarta Fire Department Services: More Than Just Firefighting
The Surakarta Fire Department not only handles fires but also:
Currently, the Surakarta Fire Department has 18 units and 4 service posts spread across several areas. The fire department routinely provides socialization and education to the community every year, either through outreach or institutional visits. The public can visit or request fire education by sending an official letter to the nearest fire station. Emergency contact: WA center 0811 2551 113.
At the end of the session, Dimas urged all residents, “let us always be aware of fire hazards and regularly check our equipment because everything has its lifespan,” as a closing statement emphasizing the importance of being alert to fire risks around us.
KOMINPOD episode ke-26 bertema “Kenali Potensi Bahaya Kebakaran di Sekitar Kita” bebarengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta. Episode iki sacara khusus mbahas babagan cara ngenali macem-macem potensi risiko kebakaran ing lingkungan sekitar. Narasumber sing rawuh yaiku Dimas Harso Jiwando Adhi Nugroho, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat ing Bidang Inspeksi Peralatan Proteksi, Investigasi, lan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran.
Kebakaran yaiku kondisi munculé geni sing ora bisa dikendhaleni. Ora saben geni bisa disebut kebakaran, nanging saya gedhé volumé, saya dhuwur uga risikone. Panyebab kebakaran paling kerep asalé saka masalah kelistrikan, kaya korsleting utawa panggunaan piranti elektronik sing ora standar. “Peralatan berdaya gedhé kaya microwave, kulkas, lan rice cooker ora dianjuraké nganggo kabel perpanjangan (extension/olor) amarga kabel perpanjangan mung kanggo piranti berdaya cilik. Saliyane kuwi, aja nganggo colokan model T amarga kapasitas bebane ora cetha lan rawan memicu kebakaran,” jelasé Dimas.
Dimas nerangake yèn panggunaan piranti listrik standar iku penting banget. Aja nganggo kabel serabut, lan aja nyambung extension karo extension liyane amarga nambah risiko panas berlebih. “Nalika ngecas ponsel, aja narik kabel ekstensi ing ndhuwur kasur, sebab panas bisa merambat lan memicu geni,” jelasé Dimas.
Akeh kebakaran kedadeyan amarga kelalaian nalika mriksa instalasi listrik. Pengecekan ora meunang ditindakake nalika wis ana kerusakan. Sawetara sing kudu dicek kalebu kabel listrik ing plafon, regulator kompor, lan sirkulasi udara ing pawon sing luwih becik ora ana ing ruang tertutup. Aja nyelehke beban ing ndhuwur regulator. Yen regulator metu swara ora normal, luwih becik langsung ngganti seal gas.
Geni bisa muncul amarga telung unsur, yaiku panas, oksigen, lan bahan bakar. Yen telung unsur iki ketemu, geni bakal kabentuk. Kanggo mateni geni, ilangen salah siji unsure. Contoné, yen ana kebakaran cilik ing kompor, bisa dipadamke kanthi mateni regulator supaya aliran gas mandheg lan geni mati dhewe. Kanggo kebakaran listrik, langkah pertama yaiku mateni sumber daya saka kontak PLN. Penyiraman bisa ditindakake sawise listrik bener-bener diputus, nanging siramlah bagéan ndhuwur geni, ora titik geniné langsung. Kanggo kebakaran akibat minyak, aja tau nyiram nganggo banyu amarga bakal nggawe percikan saya gedhé. Gunakake andhuk teles kanggo nutup wajan utawa padamake nganggo APAR.
Jenis Jenis Apar:
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) nduweni jinis lan kegunaan masing-masing, yaiku:
APAR kudu disimpen ora nempel langsung karo lantai (minimal 30 cm, maksimal 120 cm saka lantai).
Layanan Damkar Surakarta: Luwih Saka Sekadar Pemadam Kebakaran
Damkar Surakarta ora mung nangani kebakaran, nanging uga:
Saiki Damkar Surakarta nduwèni 18 unit lan 4 pos layanan sing nyebar ing sawetara wilayah. Damkar sacara rutin nindakake sosialisasi lan edukasi marang masyarakat saben taun, liwat program jemput bola utawa kunjungan menyang instansi. Masyarakat bisa nindakake kunjungan utawa njaluk edukasi kebakaran kanthi ngirim surat resmi menyang pos Damkar terdekat.
Kontak darurat bisa ngubungi WA center Damkar: 0811 2551 113.
Ing akhir sesi, Dimas ngimbau kabèh warga, “mari selalu waspada terhadap potensi kebakaran dan cek peralatan secara berkala karena setiap barang ada masanya,” minangka penutup sing negesake pentinge waspada marang potensi kebakaran ing sekitar.