29-04-2026
WIB
Vinta
22-04-2026
14:52:09 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan Solo Car Free Day (CFD). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan CFD sekaligus memperkuat penataan dan pengawasan di lapangan agar berjalan lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam pemaparan yang disampaikan, Satpol PP menjelaskan bahwa pengawasan rutin telah dilakukan di sepanjang area CFD, mulai dari Bundaran Gladag hingga kawasan Center Point. Petugas tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada pengunjung agar mematuhi aturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.
Beberapa fokus penertiban antara lain pengunjung yang masih merokok di kawasan CFD, pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan tidak sesuai ketentuan, serta keberadaan pengemis di area tersebut. Satpol PP menegaskan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi langkah utama, dengan mengedepankan edukasi kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut juga diungkap sejumlah pelanggaran yang masih kerap ditemukan di lapangan. Di antaranya adalah keberadaan pengemis di area CFD, PKL yang berjualan di jalur yang tidak diperbolehkan termasuk di sekitar rel kereta api, serta masih adanya pengunjung yang merokok di kawasan yang seharusnya bebas asap rokok.
Selain itu, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta diharapkan dapat turut berperan aktif dalam menyosialisasikan aturan penyelenggaraan dan tata tertib Car Free Day kepada masyarakat. Penyampaian informasi ini direncanakan dilakukan saat bertugas di kawasan pertigaan Kejaksaan, tepatnya di stand Diskominfo SP, sehingga pengunjung dapat memperoleh edukasi secara langsung mengenai ketentuan yang berlaku selama kegiatan CFD berlangsung.
Melalui koordinasi ini, Satpol PP berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban CFD. Penataan yang lebih baik diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mendukung citra Kota Surakarta sebagai kota yang tertib, bersih, dan ramah bagi masyarakat.
Ke depan, pengawasan akan terus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, guna memastikan kegiatan Car Free Day dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat optimal bagi warga.
****
The Civil Service Police Unit (Satpol PP) of Surakarta held a coordination meeting regarding the implementation of Solo Car Free Day (CFD). The meeting aimed to evaluate the ongoing CFD activities while strengthening supervision and management to ensure a more orderly and comfortable environment for the public.
In the presentation, Satpol PP explained that routine monitoring has been carried out along the CFD area, from Gladag Roundabout to Center Point. Officers not only conduct supervision but also provide direct appeals to visitors to comply with the applicable regulations.
The enforcement efforts focus on several issues, including visitors who still smoke in the CFD area, street vendors (PKL) operating outside designated zones, and the presence of beggars. Satpol PP emphasized that a persuasive approach remains the primary method, prioritizing public education.
The meeting also revealed several recurring violations found in the field, such as beggars within the CFD area, vendors selling in prohibited locations including near railway tracks, and visitors smoking in designated smoke-free zones.
In addition, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta is expected to take an active role in disseminating information regarding CFD regulations and guidelines to the public. This will be carried out at the Diskominfo SP stand located at the Kejaksaan intersection, allowing visitors to receive direct education about the rules during CFD activities.
Through this coordination, Satpol PP hopes that all stakeholders can strengthen synergy in maintaining order during CFD. Improved management is expected to enhance visitor comfort and support Surakarta’s image as a clean, orderly, and community-friendly city.
Moving forward, supervision will continue to be intensified by involving various related parties to ensure that Car Free Day activities run in accordance with regulations and provide optimal benefits to the community.
****
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta nganakake rapat koordinasi gegayutan karo pelaksanaan Car Free Day (CFD) Solo. Kegiatan iki nduweni tujuan kanggo ngevaluasi pelaksanaan CFD lan nguatake pengawasan supaya luwih tertib lan maringi kenyamanan tumrap masyarakat.
Ing paparan kasebut, Satpol PP nerangake manawa pengawasan rutin wis ditindakake ing sadawane area CFD, wiwit Bundaran Gladag nganti Center Point. Petugas ora mung ngawasi, nanging uga menehi imbauan langsung marang pengunjung supaya manut aturan sing berlaku.
Sawetara fokus penertiban kalebu pengunjung sing isih merokok ing kawasan CFD, pedagang kaki lima (PKL) sing adol ora miturut aturan, uga anane pengemis ing wilayah kasebut. Satpol PP negesake manawa pendekatan persuasif tetep dadi cara utama kanthi ngedepanke edukasi marang masyarakat.
Ing rapat kasebut uga diandharake sawetara pelanggaran sing isih kerep ditemokake ing lapangan, kayata anane pengemis ing area CFD, PKL sing adol ing panggonan sing ora diijini kalebu ing sekitar rel sepur, uga pengunjung sing isih merokok ing kawasan bebas rokok.
Saliyane kuwi, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta diarep-arep bisa melu aktif nyebarake informasi ngenani aturan lan tata tertib Car Free Day marang masyarakat. Sosialisasi iki bakal ditindakake ing stand Diskominfo SP ing pertigaan Kejaksaan, supaya pengunjung bisa langsung nampa edukasi babagan aturan sing berlaku nalika CFD.
Liwat koordinasi iki, Satpol PP ngarepake kabeh pihak bisa nguatake sinergi kanggo njaga ketertiban CFD. Penataan sing luwih apik diarepake bisa nambah kenyamanan pengunjung lan ndhukung citra Kota Surakarta minangka kutha sing tertib, resik, lan ramah tumrap masyarakat.
Ing mangsa ngarep, pengawasan bakal terus ditingkatake kanthi meluake macem-macem pihak supaya pelaksanaan Car Free Day bisa mlaku miturut aturan lan maringi manfaat sing optimal kanggo warga.