20-04-2026
WIB
Vinta
22-09-2025
15:56:48 WIB
Staf Bidang Teknologi Informasi Diskominfo SP, Tekat, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Industri Gim Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).
Sebelumnya, undangan rakor ditujukan kepada Jufans Anurwan. Namun karena berhalangan hadir akibat agenda rapat lain, Jufans tetap memberikan masukan melalui forum WhatsApp grup terkait arah pengembangan industri gim di tanah air.
Dalam pandangannya, Jufans menekankan pentingnya membangun ekosistem game yang lebih kuat. Menurutnya, pemerintah perlu memfasilitasi wadah bagi komunitas gamer sekaligus komunitas pengembang gim lokal agar saling terhubung dan berkembang.
Dari sisi pendidikan, ia menyarankan adanya kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan Teknologi Informasi untuk menyalurkan dan mengembangkan talenta muda. Bahkan, kegiatan ekstrakurikuler pengembangan gim di tingkat SMP hingga SMA juga dinilai penting untuk menumbuhkan minat sejak dini.
Lebih lanjut, Jufans menyoroti aspek lisensi dan kekayaan intelektual. Pemerintah, katanya, perlu memberikan intervensi, baik melalui regulasi maupun penyederhanaan proses, agar para pengembang gim lokal dapat dengan mudah memperoleh hak cipta maupun lisensi atas karya yang mereka hasilkan.
Sementara itu, dari sisi pemasaran, ia menilai perlunya agenda yang dapat meningkatkan eksposur publik terhadap karya gim lokal. Bentuknya dapat berupa pameran gim, pertemuan dengan investor, konferensi pengembang gim, hingga ajang penghargaan.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RAD Pengembangan Industri Gim Nasional, sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya industri gim lokal di Indonesia.
****
Tekat, staff of the Information Technology Division at Diskominfo SP, attended the Coordination Meeting on the Drafting of the Regional Action Plan (RAD) for the Development of the National Game Industry, organized by the Regional Research and Innovation Agency (Brida).
Initially, the invitation was addressed to Jufans Anurwan. However, due to a schedule conflict with another meeting, he was unable to attend in person. Nevertheless, Jufans shared his input through the WhatsApp group discussion related to the development of the game industry in Indonesia.
In his view, it is crucial to strengthen the game ecosystem. He highlighted the need for the government to facilitate platforms for gamer communities as well as local game developer communities to collaborate and grow together.
On the education side, he proposed collaboration with universities that have Information Technology departments to nurture young talents in game development. He also suggested extracurricular activities on game development at junior and senior high school levels to encourage early interest.
Furthermore, Jufans emphasized the importance of licenses and intellectual property rights. He encouraged the government to intervene by providing regulations and simplifying procedures to help local developers obtain copyrights and licenses for their creations.
From the marketing perspective, he pointed out the importance of events that could raise public exposure for local games, such as exhibitions, investor meetings, game development conferences, and award ceremonies.
These inputs are expected to become valuable considerations in drafting the RAD for the National Game Industry Development, in order to create a more supportive environment for the growth of local game industries in Indonesia.
****
Tekat, staf Bidang Teknologi Informasi Diskominfo SP, melu ing Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangembangan Industri Gim Nasional sing diselenggarakake déning Badan Riset lan Inovasi Daerah (Brida).
Undangan rakor sepisanan ditujokake marang Jufans Anurwan. Nanging, amarga wis ana jadwal rapat liyane, dheweke ora bisa rawuh langsung. Senadyan mangkono, Jufans tetep menehi masukan liwat forum WhatsApp grup gegayutan karo pangembangan industri gim ing Indonesia.
Miturut panemune, wigati kanggo nguatake ekosistem gim. Pemerintah diajab bisa nyedhiyakake papan kanggo komunitas gamer lan komunitas pengembang gim lokal supaya bisa padha sambung lan maju bebarengan.
Ing babagan pendidikan, dheweke nyaranake supaya ana kerja bareng karo perguruan tinggi sing nduweni jurusan Teknologi Informasi kanggo ngarahake lan ngembangake talenta enom. Dheweke uga ngajokake supaya ana kegiatan ekstrakurikuler pangembangan gim ing tingkat SMP nganti SMA kanggo ngetokaké minat wiwit cilik.
Saliyane kuwi, Jufans negesake pentingé lisensi lan hak kekayaan intelektual. Pemerintah diajab bisa intervensi liwat aturan utawa penyederhanaan proses supaya pengembang gim lokal luwih gampang entuk hak cipta utawa lisensi saka karyane.
Saka sisih pemasaran, dheweke nyorot pentingé acara sing bisa narik kawigaten masyarakat, kayata pameran gim, ketemu karo investor, konferensi pengembang gim, nganti ajang penghargaan.
Masukan kasebut diajab bisa dadi bahan pertimbangan ing panyusunan RAD Pangembangan Industri Gim Nasional, supaya bisa mbangun iklim sing luwih kondusif kanggo tuwuhing industri gim lokal ing Indonesia.