Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Surakarta mematangkan persiapan pelaksanaan sosialisasi Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai upaya mendorong integrasi layanan digital antar perangkat daerah serta peningkatan kualitas pengelolaan data.
Rapat persiapan dihadiri oleh Kepala Dinas Diskominfo SP beserta jajaran dari Bidang Statistik dan Bidang Teknologi Informasi. Pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis, materi sosialisasi, serta partisipasi peserta dari berbagai instansi.
Sosialisasi akan melibatkan sekitar 70 perwakilan perangkat daerah, termasuk unsur teknis OPD dan vendor/PPTK, serta perwakilan dari RSUD Ibu Fatmawati dan RSUD Bung Karno. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman lintas sektor mengenai pentingnya integrasi data dan sistem layanan berbasis digital.
Materi yang disiapkan oleh Bidang Statistik menekankan pentingnya data sektoral sebagai dasar pengambilan kebijakan. Perangkat daerah diharapkan menyiapkan berbagai jenis data, mulai dari data statistik sektoral, layanan publik, hingga data referensi dan data dari aplikasi internal. Data yang dibagipakaikan juga harus memenuhi kriteria valid, terstruktur, dan selalu diperbarui. Selain itu, setiap OPD berkewajiban menginventarisasi data sektoral serta memastikan keterkaitannya dengan kebijakan Satu Data Indonesia maupun Solo Data.
Sementara itu, Bidang Teknologi Informasi akan menyampaikan materi terkait pemanfaatan API Manager sebagai implementasi SPLP. Platform ini berperan dalam publikasi layanan data, pengelolaan akses dan keamanan, serta monitoring penggunaan API. Melalui pemanfaatan API Manager, perangkat daerah dapat mengintegrasikan berbagai layanan digital secara lebih efektif dan efisien.
Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi juga akan dilengkapi dengan demonstrasi penggunaan aplikasi, mulai dari proses login, pengelolaan dashboard, hingga mekanisme publikasi dan pemanfaatan API. Perangkat daerah juga didorong untuk mencantumkan data sektoral dalam perencanaan pengembangan aplikasi serta menyediakan layanan data dalam bentuk API.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbentuk daftar data sektoral dari masing-masing OPD serta meningkatnya kesiapan integrasi layanan digital, guna mendukung tata kelola pemerintahan berbasis data yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
****
The Department of Communication, Informatics, Statistics, and Encryption (Diskominfo SP) of Surakarta has finalized preparations for the socialization of the Government Service Liaison System (SPLP), aimed at strengthening digital service integration across regional agencies and improving data management quality.
The preparatory meeting was attended by the Head of Diskominfo SP along with representatives from the Statistics and Information Technology divisions. Discussions focused on technical readiness, socialization materials, and participant involvement.
The socialization will involve approximately 70 representatives from regional agencies, including technical staff, vendors/PPTK, as well as representatives from RSUD Ibu Fatmawati and RSUD Bung Karno. This initiative is expected to enhance cross-sector understanding of the importance of data integration and digital service systems.
Materials prepared by the Statistics Division emphasize the importance of sectoral data as a foundation for policymaking. Agencies are expected to prepare various types of data, including sectoral statistics, public service data, reference data, and data from internal applications. Shared data must meet criteria such as validity, structured format, and regular updates. Additionally, each agency is required to inventory its sectoral data and align it with the One Data Indonesia and Solo Data policies.
Meanwhile, the Information Technology Division will present materials on the use of the API Manager as part of SPLP implementation. This platform plays a key role in publishing data services, managing access and security, and monitoring API usage. Through API Manager, agencies can integrate digital services more effectively and efficiently.
In addition to theoretical sessions, the socialization will include live demonstrations of the application, covering login processes, dashboard management, API publishing, subscription, and usage monitoring. Agencies are also encouraged to incorporate sectoral data into application development planning and provide data services in API format.
This initiative is expected to result in a comprehensive list of sectoral data from each agency and improve readiness for digital service integration, supporting more transparent, accountable, and integrated data-driven governance.
****
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik lan Persandian (Diskominfo SP) ing Surakarta wis matengake persiapan sosialisasi Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) minangka upaya kanggo nguatake integrasi layanan digital antar perangkat daerah lan ningkatake kualitas pengelolaan data.
Rapat persiapan iki dirawuhi dening Kepala Dinas Diskominfo SP bebarengan karo perwakilan saka Bidang Statistik lan Bidang Teknologi Informasi. Pambahasan difokusake marang kesiapan teknis, materi sosialisasi, lan partisipasi para peserta.
Sosialisasi iki bakal meluake kurang luwih 70 perwakilan perangkat daerah, kalebu tenaga teknis OPD lan vendor/PPTK, uga perwakilan saka RSUD Ibu Fatmawati lan RSUD Bung Karno. Kegiatan iki diarep-arep bisa ningkatake pemahaman lintas sektor babagan pentinge integrasi data lan sistem layanan digital.
Materi saka Bidang Statistik negesake pentinge data sektoral minangka dhasar pangambilan kebijakan. Saben perangkat daerah diarepake nyiapake macem-macem jinis data, kayata data statistik sektoral, layanan publik, data referensi, lan data saka aplikasi internal. Data sing bisa dibagi kudu valid, terstruktur, lan tansah diupdate. Saliyane kuwi, saben OPD wajib nginventarisasi data sektoral lan nyelarasake karo kebijakan Satu Data Indonesia lan Solo Data.
Saka Bidang Teknologi Informasi, bakal dipaparke babagan panggunaan API Manager minangka implementasi SPLP. Platform iki nduweni peran penting kanggo publikasi layanan data, ngatur akses lan keamanan, lan ngawasi panggunaan API. Kanthi API Manager, perangkat daerah bisa ngintegrasi layanan digital kanthi luwih efektif lan efisien.
Ora mung teori, sosialisasi uga bakal dilengkapi demo aplikasi, wiwit saka proses login, ngatur dashboard, nganti publikasi lan panggunaan API. Perangkat daerah uga diajak supaya nyantumake data sektoral ing perencanaan pengembangan aplikasi lan nyedhiyakake layanan data kanthi format API.
Kanthi sosialisasi iki, diarepake bisa kawangun daftar data sektoral saka saben OPD lan ningkatake kesiapan integrasi layanan digital, kanggo ndhukung tata kelola pemerintahan sing luwih transparan, akuntabel, lan terintegrasi.