20-05-2026
WIB
Vinta
13-05-2026
13:21:58 WIB
Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta menggelar kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral “Rabu Cantik” (Cinta Statistik) bersama Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dinas Perhubungan dan dihadiri oleh jajaran Dinas Perhubungan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, serta tim Bidang Statistik Diskominfo SP.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Perhubungan yang menekankan pentingnya pengelolaan data statistik di setiap bidang kerja. Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perhubungan turut memaparkan sejumlah kegiatan yang telah memperoleh rekomendasi statistik, seperti Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dan kompilasi data profil Dinas Perhubungan beserta berbagai data sektoral yang dimiliki.
Pada sesi materi, BPS Kota Surakarta menjelaskan pentingnya data berkualitas dalam mendukung perencanaan pembangunan, pengukuran kinerja, hingga pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Data yang akurat dan terpercaya dinilai menjadi fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan yang efektif dan efisien.
Selain itu, BPS juga memaparkan pentingnya manajemen kualitas data melalui siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) agar data yang dihasilkan sesuai kebutuhan pengguna dan dapat dipertanggungjawabkan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tahapan kegiatan statistik, mulai dari identifikasi kebutuhan data, pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga diseminasi data statistik.
Pembahasan turut mencakup mekanisme rekomendasi kegiatan statistik sektoral melalui aplikasi Romantik sebagai bagian dari penguatan tata kelola data pemerintah daerah. Tidak hanya itu, materi mengenai kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) juga disampaikan sebagai upaya mewujudkan data pemerintah yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses antar instansi.
Dalam pemaparannya, dijelaskan pula empat prinsip utama Satu Data Indonesia, yaitu Standar Data, Metadata, Interoperabilitas Data, serta Kode Referensi dan/atau Data Induk. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar integrasi dan konsistensi data antar sistem pemerintahan.
Peserta kegiatan juga mendapatkan materi mengenai metadata statistik, baik metadata kegiatan, metadata variabel, maupun metadata indikator guna mendukung pengelolaan data yang lebih terstandar dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi Satu Data Indonesia di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta semakin optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
****
The Statistics Division of the Surakarta Office of Communication, Informatics, Statistics, and Encryption (Diskominfo SP) conducted a Sectoral Statistics Coaching activity titled “Rabu Cantik” (Love Statistics) together with the Surakarta Transportation Agency. The activity took place in the meeting room of the Transportation Agency and was attended by representatives from the Transportation Agency, Statistics Indonesia (BPS) Surakarta, and the Statistics Division team of Diskominfo SP.
The activity was opened by the Secretary of the Transportation Agency, who emphasized the importance of statistical data management in every field of work. During the session, the Transportation Agency presented several activities that had received statistical recommendations, including the Public Satisfaction Survey (SKM) and the compilation of the agency’s profile data along with other sectoral data.
In the presentation session, BPS Surakarta explained the importance of high-quality data in supporting development planning, performance measurement, and evidence-based policymaking. Accurate and reliable data were considered essential foundations for creating effective and efficient policies.
BPS also explained the importance of data quality management through the PDCA (Plan, Do, Check, Act) cycle to ensure that produced data meets users’ needs and remains accountable. Participants also gained an understanding of the stages of statistical activities, ranging from identifying data needs, collecting and processing data, to analyzing and disseminating statistical information.
The discussion also covered the recommendation mechanism for sectoral statistical activities through the Romantik application as part of strengthening local government data governance. In addition, material regarding the One Data Indonesia (SDI) policy was delivered as an effort to create accurate, up-to-date, integrated, and accessible government data across institutions.
During the presentation, the four main principles of One Data Indonesia were also explained, namely Data Standards, Metadata, Data Interoperability, and Reference Codes and/or Master Data. These principles serve as the foundation for data integration and consistency among government systems.
Participants also received material on statistical metadata, including activity metadata, variable metadata, and indicator metadata to support more standardized and understandable data management.
Through this activity, it is hoped that the implementation of One Data Indonesia within the Surakarta City Government can continue to improve in order to enhance public services, strengthen collaboration among regional agencies, and support government transparency and accountability.
****
Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik lan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta nganakake kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral “Rabu Cantik” (Cinta Statistik) bareng Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Kegiatan iki dianakake ing ruang rapat Dinas Perhubungan lan dirawuhi jajaran Dinas Perhubungan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, lan tim Bidang Statistik Diskominfo SP.
Kegiatan dibukak dening Sekretaris Dinas Perhubungan sing negesake pentinge pengelolaan data statistik ing saben bidang kerja. Ing kesempatan kasebut, Dinas Perhubungan uga nyampekake sawetara kegiatan sing wis entuk rekomendasi statistik, kayata Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) lan kompilasi data profil Dinas Perhubungan bebarengan karo data sektoral liyane.
Nalika sesi materi, BPS Kota Surakarta nerangake pentinge data sing berkualitas kanggo ndhukung perencanaan pembangunan, pengukuran kinerja, nganti pengambilan kebijakan adhedhasar bukti (evidence-based policy). Data sing akurat lan dipercaya dianggep dadi pondasi penting kanggo nggawe kebijakan sing efektif lan efisien.
Saliyane kuwi, BPS uga nerangake pentinge manajemen kualitas data liwat siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) supaya data sing diasilake cocog karo kabutuhan pangguna lan bisa dipertanggungjawabake. Para peserta uga diwenehi pemahaman babagan tahapan kegiatan statistik, wiwit identifikasi kebutuhan data, pengumpulan, pengolahan, analisis, nganti diseminasi data statistik.
Pambahasan uga nyakup mekanisme rekomendasi kegiatan statistik sektoral liwat aplikasi Romantik minangka bagean saka penguatan tata kelola data pemerintah daerah. Ora mung kuwi, materi babagan kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) uga disampekake minangka upaya kanggo ngasilake data pemerintah sing akurat, mutakhir, terpadu, lan gampang diakses antar instansi.
Ing pemaparane, diterangake uga papat prinsip utama Satu Data Indonesia, yaiku Standar Data, Metadata, Interoperabilitas Data, lan Kode Referensi utawa Data Induk. Prinsip-prinsip kasebut dadi dhasar integrasi lan konsistensi data antar sistem pemerintahan.
Para peserta uga nampa materi ngenani metadata statistik, kalebu metadata kegiatan, metadata variabel, lan metadata indikator kanggo ndhukung pengelolaan data sing luwih terstandar lan gampang dipahami.
Liwat kegiatan iki, diarepake implementasi Satu Data Indonesia ing lingkungan Pemerintah Kota Surakarta saya optimal supaya bisa ningkatake pelayanan publik, nguwatake kolaborasi antar perangkat daerah, lan ndhukung transparansi lan akuntabilitas pemerintahan.