05-04-2026
WIB
Vinta
12-01-2026
16:23:34 WIB
Upaya penguatan keterbukaan informasi publik terus dilakukan Pemerintah Kota Surakarta melalui pemaparan Tata Kelola Informasi Publik Tahun 2026 yang dilaksanakan secara luring, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang transparan dan akuntabel.
Paparan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan informasi publik yang sesuai regulasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Tata kelola PPID Kota Surakarta berpedoman pada Peraturan Komisi Informasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik, Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2013 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 43 Tahun 2023 tentang Standar Layanan Informasi Publik di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada pagi hingga siang hari dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada siang hingga sore hari bersama perwakilan kecamatan dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Dari sisi kelembagaan dan sumber daya manusia, PPID Kota Surakarta didukung oleh 4 Pejabat PPID, 4 Tim Pertimbangan, 3 Petugas Layanan, serta 123 PPID Pelaksana di seluruh perangkat daerah, dengan total 134 SDM PPID. Penguatan kapasitas SDM ini menjadi elemen penting dalam memastikan layanan informasi publik berjalan optimal.
Selain itu, dipaparkan pula tahapan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik yang meliputi penilaian website dan media sosial, pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ), visitasi dan verifikasi, uji kompetensi, hingga uji publik. Hasil evaluasi menunjukkan capaian nilai keterbukaan informasi publik Kota Surakarta yang konsisten tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk mendukung pelaksanaan keterbukaan informasi publik tahun 2026, sejumlah rencana kegiatan telah disusun, antara lain reviu dan penetapan Surat Keputusan PPID Pelaksana, pemutakhiran Daftar Informasi Publik melalui penetapan SK DIP Tahun 2026, pengusulan pembaruan daftar informasi yang dikecualikan, penyusunan Laporan Pengelolaan Informasi Publik Tahun 2025, serta pembaruan konten website perangkat daerah sesuai dengan Daftar Informasi Publik terbaru.
Melalui penguatan tata kelola informasi publik tersebut, diharapkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat semakin meningkat, sekaligus memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab di Kota Surakarta.
****
The Surakarta City Government continues to strengthen public information transparency through the presentation of Public Information Governance 2026, which was conducted offline on Monday (12/1/2026). This activity reflects a shared commitment to improving transparent and accountable public information services.
The presentation emphasized the importance of managing public information in accordance with applicable regulations and with a strong service-oriented approach. The governance of the Information and Documentation Management Officer (PPID) in Surakarta is guided by Regulation of the Indonesian Information Commission Number 1 of 2021 on Public Information Service Standards, Surakarta City Regional Regulation Number 11 of 2013 on Public Information Transparency, and Surakarta Mayor Regulation Number 43 of 2023 on Public Information Service Standards within the Surakarta City Government.
The activity was carried out in two stages. The first stage took place in the morning until noon and involved all regional apparatus organizations (OPD). The second stage was held from noon to afternoon with participants from sub-districts and regional public hospitals (RSUD).
In terms of institutional structure and human resources, the Surakarta PPID is supported by 4 PPID Officials, 4 Advisory Teams, 3 Service Officers, and 123 Implementing PPIDs across regional apparatuses, with a total of 134 PPID personnel. Strengthening human resources capacity is a key factor in ensuring optimal public information services.
The presentation also outlined the stages of monitoring and evaluation of public information transparency, including website and social media assessments, completion of the Self Assessment Questionnaire (SAQ), visitation and verification, competency tests, and public testing. The evaluation results show that Surakarta City has consistently achieved high public information transparency scores in recent years.
To support the implementation of public information transparency in 2026, several planned activities were presented, including the review and issuance of decrees for Implementing PPIDs, updating the Public Information List through the issuance of the 2026 Public Information List Decree, proposing updates to the list of exempted information, preparing the 2025 Public Information Management Report, and updating regional apparatus websites in accordance with the latest Public Information List.
Through the strengthening of public information governance, it is expected that the quality of public information services will continue to improve and further reinforce transparent and accountable governance in Surakarta City.
****
Pamrentah Kutha Surakarta terus ngiyatake keterbukaan informasi publik lumantar paparan Tata Kelola Informasi Publik Taun 2026 sing dilaksanakake sacara luring, Senin (12/1/2026). Kegiatan iki minangka wujud komitmen bebarengan kanggo ningkatake kualitas layanan informasi publik sing transparan lan akuntabel.
Paparan kasebut negesake pentinge pengelolaan informasi publik sing selaras karo pranatan peraturan perundang-undangan lan ngugemi orientasi pelayanan marang masyarakat. Tata kelola PPID Kutha Surakarta adhedhasar Peraturan Komisi Informasi Republik Indonesia Nomor 1 Taun 2021 babagan Standar Layanan Informasi Publik, Peraturan Daerah Kutha Surakarta Nomor 11 Taun 2013 babagan Keterbukaan Informasi Publik, lan Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 43 Taun 2023 babagan Standar Layanan Informasi Publik ing lingkungan Pamrentah Kutha Surakarta.
Kegiatan iki dilaksanakake kanthi rong tahapan. Tahap kapisan dianakake wiwit esuk nganti awan kanthi melu organisasi piranti daerah (OPD). Tahap kapindho dilaksanakake wiwit awan nganti sore kanthi melu kecamatan lan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Saka sisi kelembagaan lan sumber daya manungsa, PPID Kutha Surakarta didhukung dening 4 Pejabat PPID, 4 Tim Pertimbangan, 3 Petugas Layanan, lan 123 PPID Pelaksana ing sakabehe piranti daerah, kanthi total 134 SDM PPID. Penguatan kapasitas SDM iki dadi unsur wigati kanggo njamin layanan informasi publik bisa lumaku kanthi optimal.
Saliyane iku, dipaparake uga tahapan monitoring lan evaluasi keterbukaan informasi publik sing kalebu penilaian website lan media sosial, pangisian Self Assessment Questionnaire (SAQ), visitasi lan verifikasi, uji kompetensi, nganti uji publik. Asil evaluasi nuduhake yèn nilai keterbukaan informasi publik Kutha Surakarta tansah dhuwur lan konsisten ing sawetara taun pungkasan.
Kanggo ndhukung pelaksanaan keterbukaan informasi publik Taun 2026, wis disusun sawetara rencana kegiatan, antarane liya reviu lan penetapan Surat Keputusan PPID Pelaksana, pemutakhiran Daftar Informasi Publik lumantar penetapan SK DIP Taun 2026, pengajuan pembaruan daftar informasi sing dikecualikan, panyusunan Laporan Pengelolaan Informasi Publik Taun 2025, sarta pembaruan isi website piranti daerah selaras karo Daftar Informasi Publik paling anyar.
Lumantar penguatan tata kelola informasi publik iki, diajab kualitas layanan informasi marang masyarakat saya apik lan bisa nguwatake panyelenggaraan pamrentahan sing terbuka lan tanggung jawab ing Kutha Surakarta.