18-03-2026
WIB
Vinta
12-03-2026
15:15:35 WIB
Pembahasan hasil sajian infografis pembangunan berbasis analisis statistik sektoral menjadi fokus dalam rapat yang digelar oleh Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Surakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta staf statistik terkait sebagai upaya memastikan akurasi dan kesesuaian data yang disajikan.
Dalam rapat tersebut, Bidang Statistik memaparkan rancangan infografis pembangunan yang disusun berdasarkan analisis statistik sektoral. Paparan tersebut bertujuan untuk memperoleh konfirmasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai kesesuaian data dengan kondisi lapangan serta sumber data sektoral yang dimiliki masing-masing instansi.
Perwakilan Dinas Kesehatan memberikan sejumlah masukan terkait penyajian data. Salah satunya adalah perlunya mencantumkan sumber data secara jelas di bawah setiap grafis agar informasi yang ditampilkan lebih mudah dipahami. Selain itu, pada infografis yang memuat isu kesehatan, disarankan adanya penjelasan mengenai keterkaitan antara kemiskinan dan stunting agar analisis yang disajikan lebih komprehensif.
Dinas Kesehatan juga menjelaskan bahwa rasio tenaga kesehatan di Kota Surakarta relatif tinggi. Hal ini disebabkan tenaga kesehatan di kota tersebut tidak hanya melayani penduduk Surakarta, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah lain. Salah satu contohnya adalah pelayanan di RSUP Dr. Moewardi yang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan tingkat A.
Selain itu, Dinas Kesehatan mengusulkan agar infografis pembangunan dapat disusun secara rutin dengan memanfaatkan kalender kesehatan yang telah dimiliki sebagai acuan tema atau materi yang akan diangkat.
Sementara itu, Dinas Pendidikan menyoroti adanya penurunan Angka Partisipasi Kasar (APK). Menurut penjelasan yang disampaikan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya meningkatnya kecenderungan anak untuk menempuh pendidikan melalui jalur pondok pesantren maupun homeschooling. Di samping itu, terdapat pula penyesuaian yang mengikuti kebijakan pendidikan dari pemerintah pusat.
Untuk mendukung penyajian data pendidikan yang lebih lengkap dan akurat, Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa berbagai data penunjang dapat diakses melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Melalui forum pembahasan ini, diharapkan penyajian infografis pembangunan berbasis analisis statistik sektoral dapat semakin akurat, informatif, dan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pembangunan di Kota Surakarta. Kolaborasi antarperangkat daerah juga menjadi kunci agar data yang disajikan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat dan berbasis data.
****
The discussion on the presentation of development infographics based on sectoral statistical analysis became the focus of a coordination meeting held by the Statistics Division of the Surakarta Communication, Informatics, Statistics, and Encryption Office. The meeting was attended by representatives from the Education Office, the Health Office, and statistical staff to ensure the accuracy and relevance of the data presented.
During the meeting, the Statistics Division presented the draft of development infographics compiled from sectoral statistical analysis. The presentation aimed to obtain confirmation from the relevant regional government agencies regarding the suitability of the data with field conditions as well as the sectoral data sources owned by each institution.
Representatives from the Health Office provided several suggestions related to data presentation. One of the recommendations was the need to clearly include the data source under each graphic so that the information presented would be easier to understand. In addition, for infographics containing health issues, it was suggested that an explanation regarding the relationship between poverty and stunting be added to make the analysis more comprehensive.
The Health Office also explained that the ratio of health workers in Surakarta is relatively high. This condition occurs because health workers in the city not only serve Surakarta residents but also people from various other regions. One example is the services at Dr. Moewardi Hospital, which functions as a type A referral hospital.
Furthermore, the Health Office proposed that development infographics could be prepared regularly by utilizing the health calendar that has been established as a reference for themes or materials to be presented.
Meanwhile, the Education Office highlighted a decline in the Gross Enrollment Rate (GER). According to the explanation, the decrease is influenced by several factors, including the growing tendency of children to pursue education through Islamic boarding schools and homeschooling. In addition, adjustments related to national education policies also contribute to the trend.
To support a more complete and accurate presentation of education data, the Education Office conveyed that supporting data can be accessed through the Basic Education Data system (Dapodik).
Through this discussion forum, it is expected that development infographics based on sectoral statistical analysis will become more accurate, informative, and capable of providing a clearer picture of development conditions in Surakarta. Collaboration among regional agencies is also essential so that the presented data can serve as a reliable basis for evidence-based policymaking.
****
Pambahasan babagan panyajian infografis pembangunan adhedhasar analisis statistik sektoral dadi fokus ing sawijining rapat koordinasi sing dianakake dening Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, lan Persandian Kota Surakarta. Rapat kasebut dirawuhi dening perwakilan saka Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, lan staf statistik kanggo mesthekake akurasi lan kesesuaian data sing disajikake.
Ing rapat kasebut, Bidang Statistik nyuguhake rancangan infografis pembangunan sing disusun adhedhasar analisis statistik sektoral. Panyajian iki dimaksudake kanggo njaluk konfirmasi saka organisasi perangkat daerah sing ana gegayutane supaya data sing digunakake cocog karo kahanan ing lapangan lan sumber data sektoral saka saben instansi.
Perwakilan saka Dinas Kesehatan menehi sawetara masukan babagan panyajian data. Salah sijine yaiku perlune nyantumake sumber data kanthi cetha ing sangisore saben grafis supaya informasi sing disajikake luwih gampang dipahami. Kajaba iku, ing infografis sing ngemot isu kesehatan, disaranake supaya ana panjelasan ngenani gegayutan antarane kemiskinan lan stunting supaya analisis dadi luwih jangkep.
Dinas Kesehatan uga nerangake manawa rasio tenaga kesehatan ing Kota Surakarta kalebu cukup dhuwur. Kahanan iki amarga tenaga kesehatan ing kutha kasebut ora mung nglayani warga Surakarta wae, nanging uga masyarakat saka macem-macem daerah liyane. Salah sawijining conto yaiku layanan ing RSUP Dr. Moewardi sing nduweni peran minangka rumah sakit rujukan tingkat A.
Saliyane iku, Dinas Kesehatan uga ngusulake supaya infografis pembangunan bisa disusun kanthi rutin kanthi nggunakke kalender kesehatan sing wis ana minangka acuan tema utawa materi sing bakal diangkat.
Ing sisih liyane, Dinas Pendidikan nyoroti anane penurunan Angka Partisipasi Kasar (APK). Miturut panjelasan sing disampaikan, penurunan iki dipengaruhi dening sawetara faktor, kayata tambah akeh bocah sing milih nerusake pendidikan liwat jalur pondok pesantren lan homeschooling. Kajaba iku, uga ana penyesuaian sing gegayutan karo kebijakan pendidikan saka pemerintah pusat.
Kanggo ndhukung panyajian data pendidikan sing luwih lengkap lan akurat, Dinas Pendidikan nerangake manawa data penunjang bisa diakses liwat sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Lumantar forum pambahasan iki, diarepake panyajian infografis pembangunan adhedhasar analisis statistik sektoral bisa dadi luwih akurat lan informatif, uga bisa menehi gambaran sing luwih cetha babagan kondisi pembangunan ing Kota Surakarta. Kolaborasi antarperangkat daerah dadi kunci supaya data sing disajikake bisa dadi dasar pangambilan kebijakan sing adhedhasar data.