10-04-2026
WIB
Vinta
01-04-2026
13:38:58 WIB
“Rabu Cantik (Cinta Statistik)” menjadi wadah pembinaan statistik sektoral yang digelar oleh Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta guna meningkatkan kualitas tata kelola data yang akurat dan berbasis bukti.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surakarta, Tri Suryo Kuncoro, dan dihadiri oleh perwakilan Badan Pusat Statistik Kota Surakarta, Bappeda, serta jajaran bidang statistik Diskominfo SP.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPS Kota Surakarta menyampaikan materi terkait implementasi Satu Data Indonesia (SDI). Dijelaskan bahwa statistik memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pengendalian, dengan pendekatan berbasis data (evidence-based policy).
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan antara data dan statistik. Data dijelaskan sebagai kumpulan keterangan yang dapat berupa angka, simbol, atau informasi lainnya, sedangkan statistik merupakan data yang telah diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermakna dan dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan.
Lebih lanjut, prinsip-prinsip dalam Satu Data Indonesia turut dipaparkan, meliputi aspek akurasi, kemutakhiran, keterpaduan, akuntabilitas, serta kemudahan akses dan berbagi pakai data antarinstansi. Pemenuhan prinsip tersebut dilakukan melalui penerapan standar data, penyusunan metadata, interoperabilitas data, serta penggunaan kode referensi dan data induk.
Dalam sesi praktik, peserta dibimbing langsung oleh tim BPS untuk melakukan pengisian metadata melalui aplikasi INDAH (Indonesia Data Hub). Kegiatan ini bertujuan agar setiap perangkat daerah mampu menyusun metadata kegiatan statistik secara lengkap dan sesuai standar, sehingga kualitas data yang dihasilkan semakin terjamin.
Selain itu, ditekankan pula pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penyediaan data statistik. Sinergi antarperangkat daerah dinilai krusial untuk menghasilkan data yang lebih cepat, rinci, dan relevan dalam mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap pengelolaan data sektoral dapat semakin terintegrasi dan berkualitas, sehingga mampu menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan publik yang tepat sasaran.
****
“Rabu Cantik (Cinta Statistik)” serves as a sectoral statistics development forum organized by the Statistics Division of Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta to improve the quality of accurate and evidence-based data governance.
The event was opened by the Secretary of Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surakarta, Tri Suryo Kuncoro, and attended by representatives from Badan Pusat Statistik Kota Surakarta, Bappeda, and the Statistics Division of Diskominfo SP.
During the session, the BPS Surakarta team delivered material on the implementation of Satu Data Indonesia (SDI). It was emphasized that statistics play a strategic role in national development, serving as the foundation for planning, implementation, evaluation, and control through an evidence-based policy approach.
Participants were also introduced to the distinction between data and statistics. Data refers to a collection of facts in the form of numbers, symbols, or other information, while statistics are processed data that have been organized and analyzed to produce meaningful insights for policymaking.
Furthermore, the principles of Satu Data Indonesia were outlined, including accuracy, timeliness, integration, accountability, and ease of access and data sharing among institutions. These principles are implemented through data standards, metadata, data interoperability, and the use of reference codes and master data.
In the practical session, participants were guided by the BPS team in completing metadata entries using the INDAH (Indonesia Data Hub) application. This activity aimed to ensure that each regional agency can compile statistical metadata comprehensively in accordance with established standards.
The importance of inter-agency collaboration in providing statistical data was also highlighted. Strong coordination is essential to produce data that are timely, granular, and relevant to support development needs.
Through this activity, the Government of Surakarta expects more integrated and high-quality sectoral data management, which will serve as a solid foundation for effective public policymaking.
****
“Rabu Cantik (Cinta Statistik)” dados sawijining wadah pambinaan statistik sektoral ingkang dipun adani déning Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta kanthi ancas ningkataken kualitas tata kelola data ingkang akurat lan adhedhasar bukti.
Kegiatan punika kabikak déning Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surakarta, Tri Suryo Kuncoro, lan dipun rawuhi déning perwakilan Badan Pusat Statistik Kota Surakarta, Bappeda, saha Bidang Statistik Diskominfo SP.
Ing kegiatan punika, tim BPS Surakarta nyariosaken materi ngenani implementasi Satu Data Indonesia (SDI). Dipun terangaken bilih statistik gadhah peran strategis wonten ing pembangunan nasional, wiwit saking perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, ngantos pengendalian kanthi pendekatan adhedhasar data (evidence-based policy).
Para peserta ugi pikantuk pangertosan ngenani bedaning data lan statistik. Data punika kempalan katerangan ingkang saged awujud angka, simbol, utawi informasi sanesipun, dene statistik punika data ingkang sampun dipun olah lan dipun analisis dados informasi ingkang migunani kanggé pengambilan kebijakan.
Salajengipun, prinsip-prinsip Satu Data Indonesia ugi dipun terangaken, inggih punika akurat, mutakhir, terpadu, saged dipun tanggung jawabaken, sarta gampil dipun akses lan dipun gunakaken bebarengan antar instansi. Pemenuhan prinsip punika dipun lampahi lumantar standar data, metadata, interoperabilitas data, saha kode referensi lan data induk.
Ing sesi praktik, para peserta dipun tuntun déning tim BPS kanggé ngisi metadata lumantar aplikasi INDAH (Indonesia Data Hub). Kegiatan punika gadhah ancas supados saben perangkat daerah saged nyusun metadata statistik kanthi jangkep lan manut standar ingkang sampun katetepaken.
Kajaba punika, wigatosipun kolaborasi antar instansi ugi dipun tekankan. Sinergi punika perlu supados saged ngasilaken data ingkang langkung cepet, rinci, lan relevan kanggé nyengkuyung kabutuhan pembangunan.
Liwat kegiatan punika, Pemerintah Kota Surakarta ngarep-arep tata kelola data sektoral saged langkung terpadu lan berkualitas, saéngga saged dados dhasar ingkang kiyat kanggé nyusun kebijakan publik ingkang trep sasaran.