11-04-2026
WIB
Vinta
09-04-2026
13:57:29 WIB
Vinta Aulia, Pranata Humas Ahli Pertama hadir dalam acara Pengembangan Partisipasi Masyarakat Peduli Kesehatan (Kemitraan Pengembangan Posyandu Plus) yang diselenggarakan di Gedung Sasana Raksa Waluya Husada, Dinas Kesehatan Kota Surakarta Lantai 3.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Venessa Winestesia membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan peran Tim Pembina Posyandu di tingkat kota agar dapat berjalan optimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia juga mendorong agar sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Nomor 31 Tahun 2026 dilakukan secara masif hingga ke tingkat kelurahan, Posyandu Plus, dan kader.
Selain itu, Venessa menggarisbawahi perlunya integrasi isu kesehatan mental dalam setiap kegiatan Posyandu Plus, serta peningkatan kapasitas kader dalam mengenali permasalahan psikososial dan memberikan pendampingan awal. Ia juga menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai pembina teknis sekaligus rujukan layanan kesehatan.
Dalam mendukung keberhasilan program, ia mengajak keterlibatan berbagai pihak, termasuk akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, serta mitra lainnya untuk berkontribusi dalam pelatihan, edukasi, dan penyediaan fasilitas. Tak kalah penting, ia juga mendorong penguatan branding Posyandu Plus melalui identitas yang jelas, pemanfaatan QR layanan, serta penguatan tagline “Sambato” sebagai bagian dari upaya membangun ekologi kota yang ramah jiwa.
****
Vinta Aulia, a First Expert Public Relations Officer, attended the Community Health Participation Development (Posyandu Plus Development Partnership) event held at Sasana Raksa Waluya Husada Building, 3rd Floor, Surakarta City Health Office.
The Chairperson of the Surakarta City PKK Team, Venessa Winestesia, officially opened the event. In her remarks, she emphasized the importance of strengthening the role of the Posyandu Supervisory Team at the city level so that it can function optimally in accordance with its duties and responsibilities. She also encouraged the dissemination of the Mayor’s Circular Letter No. 31 of 2026 to be carried out extensively down to the sub-district level, Posyandu Plus units, and cadres.
Furthermore, she highlighted the need to integrate mental health issues into every Posyandu Plus activity, as well as to enhance the capacity of cadres in identifying psychosocial problems and providing initial assistance. She also stressed the importance of optimizing the role of community health centers (Puskesmas) as technical supervisors and referral service providers.
To support the success of the program, she invited the involvement of various stakeholders, including academics, professional organizations, the business sector, and other partners in training, education, and service support. She also encouraged strengthening the branding of Posyandu Plus through a clear identity, the use of QR-based services, and the promotion of the tagline “Sambato” as part of building a mentally friendly city ecosystem.
****
Vinta Aulia, Pranata Humas Ahli Pertama, rawuh ing acara Pengembangan Partisipasi Masyarakat Peduli Kesehatan (Kemitraan Pengembangan Posyandu Plus) ing Gedung Sasana Raksa Waluya Husada, Lantai 3 Dinas Kesehatan Kota Surakarta.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Venessa Winestesia, mbikak acara kasebut. Ing sambutanipun, piyambakipun negesake wigatine nguwatake peran Tim Pembina Posyandu tingkat kutha supaya bisa mlaku kanthi optimal miturut tugas lan fungsine. Piyambakipun ugi nyengkuyung supaya sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Nomor 31 Tahun 2026 bisa ditindakake kanthi jembar tekan tingkat kelurahan, Posyandu Plus, lan para kader.
Saliyane kuwi, piyambakipun negesake pentingipun nglebetake isu kesehatan mental ing saben kegiatan Posyandu Plus, uga ningkatake kapasitas kader kanggo ngenali masalah psikososial lan menehi pendampingan awal. Piyambakipun ugi negesake peran Puskesmas minangka pembina teknis lan papan rujukan layanan kesehatan.
Kanggo ndhukung kasuksesan program, piyambakipun ngajak keterlibatan maneka pihak, kalebu akademisi, organisasi profesi, donya usaha, lan mitra liyane kanggo melu ing pelatihan, edukasi, lan panyedhiya fasilitas. Uga ditekankan pentinge nguwatake branding Posyandu Plus liwat identitas sing cetha, pemanfaatan layanan berbasis QR, lan nguatake tagline “Sambato” minangka bagean saka upaya mbangun ekologi kutha sing ramah jiwa.